Penyimpangan Terhadap Nilai-nilai Pancasila
Berdasarkan pengamatan terhadap kehidupan masyarakat, mulai nampak berbagai peristiwa yang mencerminkan penyimpangan terhadap nilai-nilai luhur pancasila. Pancasila sebagai dasar falsafah Negara republic Indonesia idealnya menjadi acuan tingkah laku warga Negara dalam penyelenggaraan Negara, kenyataannya terindikasi akan ditinggalkan. Berikut beberapa contoh kasus penyimpangan yang terjadi di lingkungan masyarakat Indonesia :
a) Demonstrasi mahasiswa
Pada asal mulanya demonstrasi merupakan salah satu cara penyampaian aspirasi yang dilegalkan. Demonstrasi dapat pula digunakan sebagai media penyampaian kritik ataupun saran-saran terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai kurang berpihak kepada rakyat. Tetapi dewasa ini demonstrasi identik dengan kegiatan penyampaian pendapat disertai anarkisme masa dan perusakan infrastruktur pemerintah. Orasi disertai dengan aksi baku hantam antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Hal ini sangat bertentangan dan tidak sesuai dengan sila ke empat yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. Demonstrasi yang berujung dengan anarki sering kali merupakan demo yang dilakukan oleh mahasiswa. Hal ini tentunya sangat disayangkan sekali, mengingat mahasiswa adalah generasi muda dengan intelektual tinggi sekaligus sebagai pewaris bangsa ini. Bagaimana Negara ini kedepannya sangat tergantung pada generasi muda saat ini. Diakui maupun tidak generasi muda kita telah beralih acuan, acuan mereka adalah acuan yang mengatas namakan sebuah kebebasan dalam liberalisme. Dapat pula dikatakan kebebasan yangkebablas.
Mahasiswa yang notabene masih tergolong ke dalam usia remaja mengalami masa yang rawan, karena pada saat itulah mereka mulai mampu berfikir abstrak, dan mencoba menjelaskan beberapa hal yang kompleks, dengan emosi yang masih labil. Sebetulnya remaja dapat dikatakan tidak memiliki tempat yang jelas, Mereka sudah tidak termasuk dalam golongan anak-anak dan belum dapat diterima ke dalam golongan orang dewasa. Dengan adanya globalisasi dan liberalisme tidak menutup kemungkinan masa rawan ini akan datang lebih awal. Pada masa ini pula remaja akan mencoba mencari jati dirinya.
b) Kunjungan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat ke Yunani
Beberapa waktu lalu sejumlah anggota Badan Kehormatan DPR berangkat ke Yunani dengan alasan melakukan studi banding soal kode etik anggota Dewan. Hal ini menuai berbagai kontroversi dari masyarakat. Sebenarnya, apabila para anggota DPR hendak studi banding ke Negara manapun, tidak akan dipersoalkan asalkan dapat diterima nalar publik dalam mengukur skala prioritas kebutuhan mendasar dan mendesak serta memenuhi asas kepatutan. Studi banding anggota DPR ke luar negeri pada saat negeri kita tertimpa bencana, walaupun sudah dijadwalkan, mestinya harus dipertimbangkan dan ditunda sampai waktu yang tak ditentukan. Hal ini bertentangan dengan sila ke lima “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Seharusnya dewan kehormatan tersebut berempati terhadap keadaan sebagian kecil rakyat negeri ini yang berduka. Diberitakan jika Komisi II DPR membatalkan kunjungan ke China, tetapi rombongan Komisi V DPR telanjur pergi ke Italia hanya sehari setelah bencana tsunami Mentawai dan letusan Gunung Merapi. Sangat wajar jika masyarakat akan merasa sinis dan kecewa kepada anggota DPR yang nekat melakukan studi banding ke luar negeri ditengah kedaan Indonesia yang seperti ini. Ibu pertiwi menangis. Itulah perumpamaan yang dapat diibaratkan dengan realita yang ada. Rasa kekeluargaan dikalangan bangsa Indonesia perlu dijaga dan dikembangkan. Diperlukan sikap saling tolong-menolong, terutama diperuntukkan bagi kalangan yang kurang beruntung.
Studi banding tidak harus keluar negeri. Inti utama dari studi banding adalah belajar. Belajar bisa dimana saja. Tidak harus menuju ke negeri orang. Negeri ini terbuka dengan informasi dari mancanegara. Perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk membangun dan mengembangkan diri sehingga mampu menyejajarkan diri dengan negara-negara lainnya dalam pergaulan masyarakat internasional.
Sebagai manusia yang tergolong kedalam usia labil, mahasiswa,tak dapat dipungkiri, belum bisa memahami dan menghayati pancasila dengan sepenuhnya. Harus diakui bahwa sila demokrasi belum bisa berjalan seperti apa yang diharapkan. Hal tersebut membuktikan bahwa jalannya demokrasi belum sepenuhnya didasarkan pada pancasila sehingga perlu dibenahi agar dapat berjalan lancar dan sesuai dengan tuntutan hakekat pancasila.
c) Bangga menggunakan produk Luar Negeri daripada produk Dalam Negeri
Sebagian besar masyarakat Indonesia sesungguhnya masih memiliki kecintaan dan kebanggaan untuk menggunakan produksi dalam negeri. Hal ini terbukti dengan makin meningkatnya citra dan penggunaan batik dan sepatu produksi dalam negeri. Namun sebagian besar lainnya justru merasa lebih bangga menggunakan produk dari luar negeri. Dengan anggapan bahwa produk luar memiliki kualitas yang jauh lebih baik. Hal ini sebenarnya keliru. Sebagai warga Negara Indonesia yang baik, tentunya harus menggunakan nilai-nilai pancasila sebagai dasar dalam kegiatan sehari-hari. Perwujudan rasa bangga terhadap tanah air merupakan salah satu kandungan dari sila ketiga “ Persatuan Indonesia”. Rasa bangga dapat diaktualisasikan misalnya saja dengan senantiasa menggunakan produk dalam negeri.
Ketika kita merasa lebih bangga dengan menggunakan barang-barang dari luar negeri, hal tersebut sesungguhnya termasuk dalam penyimpangan nilai-nilai pancasila. Kegemaran kalangan masyarakat tertentu terhadap produk impor sebetulnya disebabkan gaya hidup yang ingin meniru luar negeri. Ini sesungguhnya patut disesalkan karena kalangan masyarakat ini umumnya berintelektual tinggi. Sudah sepatutnya rasa nasionalisme terhadap produksi dalam negeri harus dikampanyekan secara luas dan terus menerus agar tumbuh rasa bangga terhadap produk-produk karya anak negeri.
B. Faktor Penyebab dan Solusi untuk menekan tindakan penyimpangan terhadap nilai-nilai pancasila
Penyimpangan-penyimpangan tersebut tidak sejalan dan bahkan bertentangan dengan ajaran yang terkandung di dalam Pancasila. Sebagai ideologi Negara Pancasila sebenarnya sudah mengatur prinsip-prinsip tata kehidupan masyarakat Indonesia, berupa nilai-nilai luhur budaya bangsa yang dapat dijadikan pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mencapai kemajuan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Menilik pada realita yang ada, banyak masyarakat Indonesia yang kurang paham bahkan mulai melupakan ajaran pancasila hingga mereka tidak menggunakan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan. Berkurangnya pemahaman mengenai Pancasila pada masyarakat dipengaruhi banyak hal, misalnya menurunnya sosialisasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat, pendidikan mengenai pengamalan nilai-nilai pancasila yang kurang dalam masyarakat, sikap apatisme, serta berkembangnya hedonisme dan materalisme.
Pancasila semestinya senantiasa digunakan sebagai acuan dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila bukanlah kumpulan kalimat yang harus dihafalkan saja. Tetapi harus diresapi dan diaktualisasikan dalam kehidupan. Nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya harus direalisasikan, tidak hanya sekedar paham saja. Penanaman nilai-nilai pancasila perlu dilakukan sejak dini yakni melalui keluarga. Keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama memiliki fungsi yang penting terutama dalam penanaman sikap, nilai hidup serta berfungsi menumbuhkan kesadaran bahwa pancasila sebagai dasar Negara perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Serta perilaku menyimpang dari nilai-nilai pancasila yang perlu dihindari.. Penanaman kesadaran perilaku menyimpang pada hakekatnya merupakan penanaman nilai-nilai Pancasila, karenanya perlu diberikan sejak anak-anak.
Selain dari pihak keluarga, diperlukan pula pendidikan pancasila agar terbentuk seorang warga Negara yang memiliki intelektual tinggi, serta penuh tanggung jawab dalam memecahkan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menerapkan pemikiran yang berlandaskan pancasila.
LATIHAN SOAL!
1. Pancasila adalah sumber nilai. Nilai dalam Pancasila yang sifatnya abstrak dan umum sehingga memerlukan penafsiran ulang sesuai keadaan bangsa dan perkembangan zaman, disebut nilai....
a. dasar
b. instrumental
c. praksis
d. operasional
e. estetika.
2. Nilai dalam Pancasila yang merupakan penjabaran dari nilai dasar, disebut nilai....
a. dasar
b. instrumental
c. praksis
d. operasional
e. estetika.
3. Nilai dalam Pancasila yang merupakan penjabaran nilai instrumental dalam situasi kongkrit dan sifatnya amat dinamis, disebut nialai....
a. dasar
b. instrumental
c. praksis
d. operasional
e. estetika.
4. Yang dimaksud Pancasila sebagai sumber nilai adalah ....
a. Kehidupan bangsa indonesiai tu harus sesuai dengan kepribadiannya
b. Keberhasilan kemajuan bangsa Indonesia diukur dengan kepribadiannya
c. Yang menjadi sumber ukuran baik atau buruk adalah kepribadiannya
d. Masyarakat Indonesia yang maju adalah yang tinggi inteleknya
e. Selalu menunjukkan bangsa dan negaranya.
5. Nilai dalam Pancasila yang merupakan penjabaran nilai instrumental dalam situasi kongkrit dan sifatnya amat dinamis, disebut nilai....
a. dasar
b. instrumental
c. praktis
d. estetika
6. Yang dimaksud Pancasila sebagai sumber nilai adalah....
a. Kehidupan bangsa indonesiai tu harus sesuai dengan kepribadiannya
b. Keberhasilan kemajuan bangsa Indonesia diukur dengan kepribadiannya
c. Yang menjadi sumber ukuran baik atau buruk adalah kepribadiannya
d. Masyarakat Indonesia yang maju adalah yang tinggi inteleknya
7. A. Dasar ontologis manusia, yang didasarkan pada kenyataan objektif dimana
manusia adalah sebagai subjek Negara.
B. ekonomi kerakyatan, yakni ekonomi yang humanistic yang mendasarkan
pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secara luas, secara bangsa.
C. Pada moralitas sebagaimana tertuang dalam sila-sila pancasila.
D. Pada kekuasaan yang bersumber pada penjelmaan hakikat manusia sebagai
individu-individu, makhluk sosial yang menjelma sebagai rakyat
E. Pancasila merupakan dasar Negara dan mendasarkan diri pada hakikat
nilai kemanusiaan monopluralis, maka pertahanan dan keamanan Negara
harus dikembalikan pada tercapainya harkat dan martabat masyarakat
sebagai pendukung pokok Negara.
Dari pernyataan diatas yang termasuk dari perwujudan pancasila sebagai paradigma pembangunan dibidang politik adalah.....
a. A,C,D
b. B,A,D
c. A,D,E
d. E,D,C
e. E,C,A
8. Usaha penegakkan hokum oleh aparat hukum tidak boleh bertentangan dengan pancasila.pernyataan tersebut menunjukan pancasil sebagai….
a. dasar Negara
b. jiwa kepribadian bangsa
c. pandangan hidup bangsa
d. tujaun dan cita-cita bangsa
e. sumber dari segala sumber hukum
9. rumusan sila-sila pancasila memiliki makna yang terdalam menunjukkan adanya sifat yang umum dan abstrak karena merupakan suatu nilai.Hal ini menunjukkan nilai pancasila bersifat….
a. Umum
b. Obyektif
c. Subyektif
d. Universal
e. Fundamental
10. Seorang oknum pejabat jadi tersangka kasus korupsi. Meskipun belum terbukti kebenarannya dengan kesadaran diri ia mengundurkan diri dari jabatan dan bersedia sepenuh hati menjalankan pemeriksaan hal ini menunjukan etika ….
a. Social
b. Ekonomi
c. Kelimuan
d. Pemerintahan
e. Penegakkan umum
11. Nilai intrinsic pancasila kebenarannya dapat dibuktikan secara….
a. Umum
b. Obyektif
c. Subyektif
d. Universal
e. Fundamental
12. Pelaksanaan etika ekonomi dan bisnis bertujuan untuk….
a. Meminimalisi praktek nepotisme
b. Mewujudkan masyarakat adil dan makmur
c. Menghindari system padat karya
d. Meningkatkan kualitas kerja di segala bidang
e. Mencegah terjadinya kebijakan ekonomi yang bernuansa politik
13. Pohon Beringin merupakan lambang pada ruang perisai Pancasila yang melambangkan sila....
a. Pertama
b. .Kedua
c. Ketiga
d. Keempat
e. Kelima
14. Yang termasuk dari pengamalan pancasila, sila ke-3 adalah....
a. suka bekerja keras
b. tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain
c. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap
Tuhan Yang Maha Esa
d. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
e. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata
dan berkeadilan sosial
15. Mengasihi anak yatim dan membantu korban bencana alam termasuk perbuatan …..
a. Yang Patut dibanggakan
b. Mulia
c. Patut mendapat pujian
d. Baik dan berpahala
e. Tidak menghargai sesama
16. Pelaksanaan etika penegakkan yang berkeadilan dilakukan dengan….
a. Mencari celah agar bebas dari hukuman
b. Menghafal peraturan hukum yang berlaku
c. Menyelesaikan masalah hukum di Indonesia
d. Mentaati hukum positif yang ada di Indonesia
e. Menaati peraturan yang memberikan keuntungan
17. Peraturan perundang-undangan yang menduduki tingkat terrtinggi dalam hierarki perundang-undangan adalah….
a. Pancasila
b. Undang-undang dasar 1945
c. Ketetapan MPR
d. Undang-undang
e. Peraturan pemerintah
18. Segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia/ kebutuhan ragawi manusia disebut nilai….
a. Kerohanian
b. Materil
c. Religious
d. Moral
e. Vital
19. Nilai dasar pancasila yang baik dan benar tercantum dalam…..
a. Pembukaan UUD 1945
b. Rumusan Ir.Soekarno
c. Rumusan Muh. Yamin
d. Rumusan Soepomo
e. Piagam Jakarta
20. Pembangunan nasional harus dapat dirasakan seluruh rakyat.oleh karena itu,pembangunan nasioanal harus berpedoman pada….
a. Lembaga Negara
b. Pemerintah
c. UUD 1945
d. Pancasiala
e. Rakyat
21. Penyusunan tata aturan hidup berbangsa dan bernegara harus bersumber pada pancasila.Pernyataan tersebut menunjukan fungsi pancasila sebagai….
a. Isu politik
b. Sumber nilai
c. Wacana public
d. Perspektif social
e. Paradigm politik
22. Jika pelaksanaan sia ketiga pancasila menabaikan sila liannya akan terjadi….
a. Sosialisme atisme
b. Kosmopolitanisme
c. Demokrasi liberal
d. Teokrasi absolute
e. chauvinisme
23. pancasila dapat menjadi dorongan untuk melepaskan simbol-simbol dari keterkaitan struktur menunjukkan pancasila sebagai paradigm di bidang….
a. Politik
b. Ideology
c. Ekonomi
d. Social budaya
e. Pertahanan dan keamanan
24. Undang- undang nomor 12 tahun 2011 mengatur tentang….
a. Pertahanan Negara
b. Ketahanan nasional
c. Pembangunan nasional
d. Keilmuan dan disiplinan kehidupan
e. Pembentukan peraturan perundang- undanagan
25. Menolong korban banjir merupakan contoh tindakan yang menjerminkan pelaksanaan sila…..
a. Pertama
b. Kedua
c. ketiga
d. Keempat
e. Kelima
26. Negara Indonesia melaksanakan pembangunan social budaya demi terwujudnya masyarakat….
a. Demokratis
b. Individulisme
c. Hedonis
d. Modermn
e. Apatis
27. Asas perekonomian nasional Indonesia yang didasarkan pada pancasila adalah….
a. Persaingan bebas
b. Persamaan hak
c. Kekeluargaan
d. Bagi saham
e. Monopoli
28. Gerakan reformasi yang dilakukan rakyat Indonesia bertujuan untuk mewujudkan …..
a. Kekuasaan monarki
b. Dominasi para pengusaha
c. Kekuasaan yang langgeng
d. Pemerintahan yang otoriter
e. Masyarakat yang sejahtera
29. Akibat yang akan terjadi jika pelaksanaan sila kedua pancasila terlepas dari sila yang lain….
a. Sosialisme atisme
b. Kosmopolitanisme
c. Demokrasi liberal
d. Teokrasi absolute
e. chauvinisme
30. keberadaan nilai pancasila itu bergantung pada bangsa Indonesia sendiri menunjukkan nilai pancasila bersifat….
a. Obyektif
b. Subyektik
c. Persuasiv
d. Afektif
e. Kognitif
31. Bung Hatta adalah pemrakarsa berdirinya perekonomian yang berbasis pada Pancasila, yaitu ...
a. Fidusia
b. Koperasi
c. Perbankan
d. Keuangan islam
e. Pengadaian
32. Berikut ini hal-hal yang mencerminkan Pancasila sebagai paradigma dalam pembanggunan politik kecuali ...
a. Kedaulatan rakyat
b. Musyawarah mufakat
c. Politik berdasarkan kekeluargaan
d. Politik berdasarkan moral ketuhanan
e. Politik berdasarkan pada kemanusian
33. Menurut Sri Sultan Hamengku Buwono X, gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam kerangka pancasila sebagai ...
a. Falsafah hidup bangsa
b. Pandangan hidup bangsa
c. Ideologi terbuka
d. Landasan cita-cita dan ideologi
e. Tujuan dan cita-cita bangsa
34. Salah satu prinsip etis sebagai landasan pembangunan di bidang hukum adalah ...
a. Semua orang mempunyai hak yang sama di dalam hukum dan pemerintahan
b. Memberikan kebebasan dalam rangka memeluk dan mengamalkan ajaran agama
c. Mengembangkan sistem ekonomi yang berperi kemanusiaan
d. Mengembangkan prinsip hidup berdampingan secara damai dengan bangsa lain
e. Memelihara nilai-nilai yang telah lama ada dan relevan
35. Dalam menyelesaikan masalah, bangsa Indonesia harus menjadikan Pancasila sebagai tolok ukur dalam memecahkan masalah bermasyarakat, berbangsa, dan bernegaramencerminkan fungsi Pancasila sebagai ...
a. Dasar negara
b. Perjanjian luhur
c. Pandangan hidup
d. Paradigma kehidupan
e. Jiwa kepribadian bangsa
36.Dalam menyelesaikan masalah, bangsa Indonesia harus menjadikan Pancasila sebagai tolok ukur dalam memecahkan masalah bermasyarakat, berbangsa, dan bernegaramencerminkan fungsi Pancasila sebagai ...
a. Dasar negara
b. Perjanjian luhur
c. Pandangan hidup
d. Paradigma kehidupan
e. Jiwa kepribadian bangsa
37. Bung Hatta adalah pemrakarsa berdirinya perekonomian yang berbasis pada Pancasila, yaitu ...
a. Fidusia
b. Koperasi
c. Perbankan
d. Keuangan islam
e. Pengadaian
38. Berikut ini hal-hal yang mencerminkan Pancasila sebagai paradigma dalam pembanggunan politikkecuali ...
a. Kedaulatan rakyat
b. Musyawarah mufakat
c. Politik berdasarkan kekeluargaan
d. Politik berdasarkan moral ketuhanan
e. Politik berdasarkan pada kemanusian
39. Menurut Sri Sultan Hamengku Buwono X, gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam kerangka pancasila sebagai ...
a. Falsafah hidup bangsa
b. Pandangan hidup bangsa
c. Ideologi terbuka
d. Landasan cita-cita dan ideologi
e. Tujuan dan cita-cita bangsa
40. Salah satu prinsip etis sebagai landasan pembangunan di bidang hukum adalah ...
a. Semua orang mempunyai hak yang sama di dalam hukum dan pemerintahan
b. Memberikan kebebasan dalam rangka memeluk dan mengamalkan ajaran agama
c. Mengembangkan sistem ekonomi yang berperi kemanusiaan
d. Mengembangkan prinsip hidup berdampingan secara damai dengan bangsa lain
e. Memelihara nilai-nilai yang telah lama ada dan relevan
14 September, 2014
LANJUTAN BAB 2
08.36
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar